Terima Kasih
Jika itu hanya asap yang kau tiupkan, aku tetap menghargainya. Tak perlu bentuk atau kata, aku mengerti. Mungkin kau hanya ingin menjaga apa yang masih utuh dariku—waktu yang tak seharusnya menguap sia-sia menunggu sesuatu yang tak pernah terbakar menjadi nyata. Terima kasih untuk senyap yang pernah berbicara di antara kita, dan waktu yang diam tanpa janji pulang. Cermin yang kutatap kini masih memantulkan bayang yang tak utuh, retak oleh lalai yang diam-diam kuciptakan sendiri. Namun retakan itu milikku sepenuhnya, tak lagi ingin kusandingkan dengan apa pun di luar sana. Biarkan angin membawa apa yang sempat tergeletak di antara kita. Aku hanya belajar berdiri di tengah terang tanpa perlu lagi memejam.
Komentar
Posting Komentar