Tanpa Kata

Andai waktu bisa digulung ulang seperti lembaran yang belum sempat ditulisi, mungkin tak perlu ada satu pertemuan pun yang menggoreskan namamu di ingatan. Tak perlu ada percakapan yang berujung pada hening, tak perlu ada harap yang akhirnya terhempas tanpa pegangan.

Tapi di sisi lain, bukankah luka juga guru yang paling setia? Meski enggan, ia mengajarkan cara berjalan tanpa menggantungkan langkah pada bayang-bayang yang enggan menetap. Ia membentuk kebal, memahat batas, dan mengajarkan bahwa tidak semua yang datang harus dipertahankan. Dan kini, setelah segalanya berakhir tanpa kata, yang tersisa hanyalah pelajaran, tentang bagaimana tidak lagi menyesali sesuatu yang pernah dipilih dengan hati.

Komentar

Postingan Populer