Cerita #1
Pernah ngga, kalian ngerasa senang ketika ketemu dengan orang, walaupun baru pertama kali, terus deg-degan gitu ?
Oiya, sebelum-sebelumnya kita belum pernah kenalan. Panggil aja taksa, karna ketaksaan adalah salah satu ketakutan saya dan ini adalah petak bagi aku, tempat meluangkan apa yang ada dipikiran. Lanjut ke yang diatas, aku sendiri sering merasakannya, tapi tidak terhadap semua orang. Seperti tukang ojek, becak, ataupun tukang parkir, bukan. Lebih ke orang-orang yang memang, memang apaya ? Susah dijelasin sih, tapi kalau susah kenapa pingin diceritain ?
Biar kamu tahu bagaimana rasanya berada pada titik keambiguitasan. Ciah, ngga tau bahasa dari mana itu, lewat aja depan kepala, langsung aja ditangkap, takut lari kaya bayang-bayang mu yang ada dipikiran ku. Dan kalau mau jujur, dan ini memang lagi pingin jujur, kamu adalah salah satu dari orang-orang tadi. Antara kagum, suka atau apalah itu. Yang jelas adalah kamu.
Tapi makin kesini, semua semakin terlihat perbedaannya. Yang pada awalnya buram, kini lebih terlihat jelas apa warnanya. Kamu pernah melihat bunga di cagar alam ? Indah bukan, tapi sayang tidak bisa kita miliki. Seperti itulah kagum, sebuah pemikiran dimana kamu mendambakannya tapi kamu juga sadar tidak bisa memilikinya. Lalu bagaimana dengan suka ? Seperti aku memandang mu, tidak ada paksaan untuk aku tau perasaan mu, tapi aku ingin memiliki mu.
Komentar
Posting Komentar