Jujur

Setiap kali kita berjumpa, aku jatuh cinta padamu. Sulit untuk berkata palsu tentang perasaan ini. Tingkah laku mu yang jujur membuat aku semakin tergila-gila, bahkan resah tentang perasaan mu terhadap ku. Memang masih hitungan jari kita bertemu, bahkan hitungan hari kita mengenal. Tidak seperti yang sebelumnya, aku lebih yakin terhadap mu. Tapi sama, sepertinya waktu masih sulit untuk membantu keinginan ku. Aku tau, kau sibuk dengan rutinitas terbaru mu dan aku tidak mau merusaknya atau justru membebani mu dengan kerinduan ku untuk bertatap muka. Kau tau, kemarin aku coba menghubungi mu. Ya, saat kericuhan itu terjadi, aku takut kau kenapa-kenapa dan butuh waktu lama untuk kau membalasnya. Saat itulah diriku lega, pikir ku yang jauh kembali seperti biasa. Aku kuatir, tapi aku tak ingin engkau tau, karna memang kita baru berjumpa. Aku saja bingung kenapa bisa seperti ini. Disaat pertama kita berjumpa, jujur aku penasaran dengan dirimu, orang yang berada seruangan dengan teman-teman ku. Kita berbincang ringan, mulai dari asal mu sampai alasan mu berada di tempat ini. Dan aku makin penasaran dengan mu. Hingga pada hari dimana aku dihubungi teman-teman ku, aku tersadar disitu, bahwa perasaan ini benar adanya, mungkin saja aku akan terlambat jika tidak segera bergegas. Aku ingin hari-hari ku terus seperti ini, dimana aku jatuh cinta terus menerus, terhadap kamu. Ku harap kau segera tau.

Komentar

Postingan Populer