Kisah kita memanglah berakhir, tapi kasih ini tidaklah pernah sudah. Bahkan sekedar untuk melupa saja tak mampu. Bagaimana bisa aku melupakan semuanya, jika tiap sudut kota selalu mengingatkan aku tentang dirimu. Ah, mungkin memang salah ku yang terlalu sering mengajakmu untuk mengukir cerita disini. Bahkan senja diujung hari pun membuat aku kembali merasakan kehangatan senyum mu. Munafik bagiku untuk bisa melupakan segalanya. Tapi apa artinya bertahan jika hubungan bukanlah lagi tentang bagaimana saling memahami, lebih jauh kepada pemuasan ego dan keinginan pribadi. Semua yang diawal kita jalin seperti tidaklah berarti. Mungkin hujan dikala itupun sudah tak kau ingat lagi, dimana langit mencurahkan berkatnya ketika kita setuju untuk menyusuri kaki Merapi. Atau air pasang diujung tidur kita diwaktu Sedahan menjadi saksi malam berbintang kita. Sayang, kasihku tak bisa menutupi emosiku. Semoga kau baik-baik saja disana, dengan rencana-rencanamu yang dulu telah kau rangkai, walau diriku tak bisa lagi menjadi bagian dalam setiap rencanamu

Komentar

Postingan Populer