Rindu dan luka
Bias mu indah menembus anganku. Harap dan cemas kadang beradu, bergerak bersama lalu dirundung rindu. Kadang aku tidak sadar menumbuhkan pilu, hanya rutin menambah dan menumpuk sendu. Sadar atau tidaknya kita memang jauh kepada pemikiran, sekedar ingin tahu atau benar-benar mencari jawab.
Kembali tentang kamu dan jangan lagi tentang aku, sudah cukup bukan ? Sekarang aku hanya ingin menyampaikan kisah tentang kamu, wanita yang ku jumpai dikala aku ingin berhenti dan menyerah, lalu kau hadir memberi harapan tanpa sadar aku harus menanggung luka jika aku salah mengira. Semua tentang mu memanglah rumit, untuk memulai ini saja aku harus berpikir berulang kali karena aku tidak tahu cara untuk mengakhirinya, bukan sepertimu yang mudah saja pergi berlalu tanpa sadar ada dariku yang terluka. Keseharianku juga lah dulu milikmu, bagaimana tidak, diawal pagi saja aku buru-buru mengecek handphoneku untuk mengetahui apakah dirimu sudah kembali dari samudera mimpi dan ku harap dibanyaknya mimpi indah mu, ada secercah hadirku untuk mengingatkan kamu, bahwa aku selalu menantimu disudut tempat ini, menunggu kau untuk membuka pintu hati dan mengijinkan aku untuk masuk, karna aku tidak ingin mendobrak masuk dan membuatmu terkejut, sering bukan ketidaksiapan menjadi alasan. Lalu malam ku juga tidaklah lepas, berdua mengitari kota, sambil tertawa lepas tatkala seniman jalan menyuguhkan canda dalam ucapannya.
Tentangmu memang membuat rindu dan luka, tapi jauh sebelum itu kau pernah berbagi tawa.
Kembali tentang kamu dan jangan lagi tentang aku, sudah cukup bukan ? Sekarang aku hanya ingin menyampaikan kisah tentang kamu, wanita yang ku jumpai dikala aku ingin berhenti dan menyerah, lalu kau hadir memberi harapan tanpa sadar aku harus menanggung luka jika aku salah mengira. Semua tentang mu memanglah rumit, untuk memulai ini saja aku harus berpikir berulang kali karena aku tidak tahu cara untuk mengakhirinya, bukan sepertimu yang mudah saja pergi berlalu tanpa sadar ada dariku yang terluka. Keseharianku juga lah dulu milikmu, bagaimana tidak, diawal pagi saja aku buru-buru mengecek handphoneku untuk mengetahui apakah dirimu sudah kembali dari samudera mimpi dan ku harap dibanyaknya mimpi indah mu, ada secercah hadirku untuk mengingatkan kamu, bahwa aku selalu menantimu disudut tempat ini, menunggu kau untuk membuka pintu hati dan mengijinkan aku untuk masuk, karna aku tidak ingin mendobrak masuk dan membuatmu terkejut, sering bukan ketidaksiapan menjadi alasan. Lalu malam ku juga tidaklah lepas, berdua mengitari kota, sambil tertawa lepas tatkala seniman jalan menyuguhkan canda dalam ucapannya.
Tentangmu memang membuat rindu dan luka, tapi jauh sebelum itu kau pernah berbagi tawa.
Komentar
Posting Komentar