Dialog
Apa yang kau harapkan dari pertemuan tanpa adanya dialog. Terbungkam tanpa mencoba meruntuhkan ego, kau duduk manis terbelenggu gadget-mu, sedangkan aku sedang mencoba merusak ikat itu dengan menjejal beberapa pertanyaan sambil berharap segera tiba waktu dimana mata kita akan saling bertatap. Hubungan yang aku inginkan bukan hubungan dunia maya, berbalas mention di Twitter atau posting foto berdua di Instagram, yang aku inginkan bukan itu. Mari, tuangkan angan mu dalam harapku, sehingga apa yang akan terjadi kelak adalah hasil dari pemikiran kita sebagai pasangan, bukan hanya harapmu atau egoku. Memang terlampau jauh, tapi indah bukan bila semuanya sudah kita persiapkan dan tinggal menjalankannya tanpa ragu lagi arah kaki melangkah. "Kita jalani saja dulu" bukan itu yang harapku dengar, bukankah membangun membuat kita tahu seperti apa bentuknya kelak. Kita memang bertolak belakang dalam hal ini, kau mencintai keadaan dan mendambakan kejutan, sedangkan aku lebih suka memastikan segala hal dan menjauhkan semua kemungkinan terburuk. Indah bukan jika kita bisa saling melengkapi ?
Ayo kita mulai berdialog, jangan kau tunda lagi. Warna-warni dunia menanti kita. Aku siap dengan perdebatan dan aku yakin itu semua akan membentuk kita untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya, mari berdialog.
Ayo kita mulai berdialog, jangan kau tunda lagi. Warna-warni dunia menanti kita. Aku siap dengan perdebatan dan aku yakin itu semua akan membentuk kita untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya, mari berdialog.
Komentar
Posting Komentar