Ambisi

Pencarian kita tak ayal hanyalah sebuah pemuasan ambisi. Penuh dengan pikir paksa untuk sekedar memenuhi fantasi. Tak jarang menimbulkan luka hingga jiwa terasa mati. Aku tahu dan kamu juga, bahwa semua itu wajar terjadi. Yang disayangkan hanyalah kita semakin gila dan menjadi-jadi. Meronta dan mencoba merusak dinding hati, berharap ia bisa bergerak tanpa harus memikirkan perasaannya kembali. Tidak semua sama tentang masalah ini. Katamu semua itu perihal kesungguhan, tapi bagiku tak lepas ini sekedar emosi. Menggebu-gebu dan justru merusak apa yang seharusnya terjadi. Kuharap emosi dan ambisi ini segera berhenti. Datanglah kemari, secangkir kopi telah menanti, dan kuharap kita bisa mulai berkomunikasi, kembali.

Komentar

Postingan Populer