Surat Terbuka
Beristirahat sejenak, dari hiruk pikuk yang menuntun diri jauh masuk kedalam penyesalan ketimbang pengharapan. Menjemput keheningan diawal perjumpaan, sebuah kehancuran, tak menampik dan tak juga pasrah, aku hanya meminta sedikit waktu, sesaat, sebelum ikut menghadapi atau justru menghancurkannya.
Ku bebaskan kau untuk menilai, tentang apa yang ku lakukan, semua kembali kepada orientasi visual. Kau mampu melihat apa yang tak bisa kulihat, tetapi apakah dengan yang kau lihat itu bisa mengartikan semuanya ? Mampukan diri untuk coba menyelami dari segala sisi, hingga terkadang kita merasa benar dalam sebuah pendirian yang terkadang membohongi isi hati, mencoba berlaku bijak dan takut dianggap subjektif. Kita memang suka seperti itu, merubah diri menjadi seperti apa yang orang pinta, tanpa kita sadari pikir kita istimewa, murni. Lebih memilih untuk merapal hal yang tak kita pahami, lupa bahwa dulu kita pernah menyanding idealis sebelum dibuai nikmatnya menjadi apatis.
Aku bersiap, menghancurkan sebuah kehancuran dengan harap semuanya tidak hancur. Jangan coba dipahami, kau akan kebingungan mengartikannya. Pikirkan saja dulu, aku terbuka jika kau ingin serta. Tapi untuk saat ini, mari beristirahat.
Ku bebaskan kau untuk menilai, tentang apa yang ku lakukan, semua kembali kepada orientasi visual. Kau mampu melihat apa yang tak bisa kulihat, tetapi apakah dengan yang kau lihat itu bisa mengartikan semuanya ? Mampukan diri untuk coba menyelami dari segala sisi, hingga terkadang kita merasa benar dalam sebuah pendirian yang terkadang membohongi isi hati, mencoba berlaku bijak dan takut dianggap subjektif. Kita memang suka seperti itu, merubah diri menjadi seperti apa yang orang pinta, tanpa kita sadari pikir kita istimewa, murni. Lebih memilih untuk merapal hal yang tak kita pahami, lupa bahwa dulu kita pernah menyanding idealis sebelum dibuai nikmatnya menjadi apatis.
Aku bersiap, menghancurkan sebuah kehancuran dengan harap semuanya tidak hancur. Jangan coba dipahami, kau akan kebingungan mengartikannya. Pikirkan saja dulu, aku terbuka jika kau ingin serta. Tapi untuk saat ini, mari beristirahat.
Komentar
Posting Komentar