Sederhana
Mencoba mencintai dirimu dengan sederhana, sesederhana ketika aku mencoba menerima keputusanmu untuk tidak mencintaiku. Berlomba dengan ketabahan yang kian terkikis emosi. Setidaknya kau telah bersuara, sehingga aku paham bagaimana selanjutnya ketika kita bersua. Berjuang mengembalikan keadaan seperti sedia kala memanglah tidak mudah, sehingga menjadi saling melupakan menjadi cukup sederhana. Begitulah ketika kita mencoba menjadi sederhana, justru kerumitan yang kian datang, menjamu perasaan-perasaan yang menikmati dirinya tersayat kenyataan. Sederhana memang rumit dan juga pahit, dalam kesederhanaan kita dituntut menjadi sesederhana mungkin dengan cara-cara yang sering tidak mencerminkan kesederhanaan, memaksa kita untuk menikmati apa yang sebenarnya terlalu pahit, sukar untuk dicerna. Kesederhanaan terkadang terlalu liar, menyerbu pola pikir yang rentan diombang-ambing oleh penerkaan yang terlalu kompleks. Akhir kata, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas suaramu, sederhana saja, aku mencintai ketidaksamaan perasaanmu.
Komentar
Posting Komentar