Mengenangmu
Aku menatap kembali jalan menuju tempat kita biasa berbagi waktu, semuanya sama. Bunga diseberang jalan masih seperti kemarin, mekar dan wangi. Bangku taman itu juga masih sama, terlihat putih menua. Maafkan aku yang masih tidak bisa melepas.
Dulu, setidaknya setiap akhir pekan pererjalan kita, selalu saja tempat ini menjadi persinggahan terakhir untuk menyudahi hari. Katamu tempat ini punya cerita istimewa dalam perjalan hidupmu. Bagiku, tempat ini juga sama istimewanya, karna ditempat ini juga kita pertama kali berjumpa. Waktu itu kita sedang di kelas yang sama. Aku masih ingat akan pintamu, agar kita bisa saling mengikat janji ditempat ini juga. Namun sekarang hal itu mungkin hanya sekedar angan saja. Bagaimana bisa aku menyelesaikan itu tanpa adanya hadirmu.
Menanti, walau kembalimu mustahil untuk terjadi. Terima kasih untuk hadirmu dihidupku. Terima kasih untuk semua kenangan yang pernah kita lalui bersama. Terima kasih untuk nasihatmu yang membuatku kini semakin menjadi lebih baik. Terima kasih untuk pengingat yang kamu atur pada ponselku untuk selalu berdoa dan mengucap syukur. Terima kasih untuk semuanya.
Bumi ini memang tidak diciptakan untuk kita bisa terus bersama dan maafkan aku atas ketidaksiapanku ini. Maafkan aku juga jika selama kita bersama aku masih tidak bisa menjadi yang terbaik untukmu.
Sekarang semua masih sama, hanya kita saja yang sudah berbeda, tidak bisa saling menyapa.

Komentar
Posting Komentar