Keikhlasan
Menanggalkan pilu, merajut semua cerita masa lalu menjadi sebuah cerita antara kau dan aku. Mencoba memutar kembali waktu, yang hadir dan beradu dengan kenyataan kita yang terus diminta untuk melangkah maju. Dimana kini kau hanya sebatas ingatan, seperti penanda kehidupan yang kian berjalan, melintasi waktu dan ruang hingga kita berdiri disuatu tujuan. Namun tujuan kita adanya telah berbeda. Kau telah memenangkan perlombaan itu sedangkan aku masih berdiri di persimpangan waktu, walau tak banyak yang diketahui orang tentang perjuanganmu. Yang mereka tahu hanya kau telah memenangkannya dan menyisakan cerita untuk mereka dapat perbincangakan setiap harinya. Kau terluka, itu yang aku lihat dalam perjuanganmu. menahan terpaan dan sesekali hujatan tentang kebodohan karena dirimu terlampau suci dalam mengambil keputusan. Seakan keikhlasanmu menjadi sebuah keputusan yang salah bagi dunia yang memandang, namun adanya kau tetaplah pemenang. Kau tidak hanya sekedar memenangkan perlombaan, kau juga memenangkan hati orang-orang yang melihat semangatmu dalam sebuah keterlukaan, kau tetap tersenyum. Bagiku hadirmu takkan terlupa, menjadi nuansa keikhlasan dalam dunia yang kian bersandiwara.
Komentar
Posting Komentar