Bisik yang Meniti Langit
Di keheningan yang merambat hingga ke tulang, aku merangkai kata yang tak mampu kusampaikan pada dunia, lalu kubiarkan ia melayang ke langit. Ada nama yang kusemat dalam setiap jeda, seperti desir halus yang kupintakan agar berhembus menuju jawab. Aku tak tahu apakah ini tanda atau sekadar bias harapan yang kugenggam terlalu erat, namun dalam gemetar yang kusembunyikan, aku bertanya apakah ini dia, yang telah lama kutunggu dalam sunyi yang bersujud?
Malam menjadi saksi, di mana aku menitipkan bimbang bersama segenap keyakinan yang belum utuh. Jika memang ia adalah jawaban, biarkan jalannya terbuka seperti pagi yang tak pernah ingkar pada cahaya. Tapi jika bukan, ajariku cara melepaskan tanpa harus kehilangan seluruh diriku. Aku hanya ingin memahami, apakah namanya tertulis dalam takdirku, atau sekadar melintas sebagai pertanda yang harus kupelajari tanpa kugenggam.
Komentar
Posting Komentar