Di Sela Waktu

Ada kalanya waktu terasa mencuri ruang, seperti bayang yang enggan terpisah dari sinarnya. Aku terdiam, memandangi jejak yang tertinggal, tak tahu harus berlari atau berhenti. Kalau memang harus ada, biarkan itu ditemukan tanpa aku yang mencarinya. Jika tak ada, biarkan semuanya tetap di tempatnya—saling mengenal tanpa janji harus berlanjut. Aku tahu apa yang terhampar di depan bukanlah segalanya, tapi rasanya tetap memberi tempat untuk belajar.

Kadang, aku hanya ingin percaya bahwa segala yang perlu terjadi akan menemukan jalan meski aku tak menunggu. Entah dari mana dan bagaimana bentuknya, yang jelas, tak ada yang salah dengan sekadar berjalan, tak peduli ke mana arah angin membawa. Semua itu seperti angin yang menari di sela dedaunan—tak terlihat, namun terasa.

Aku tahu langkah ini mungkin tak akan membawa ke mana-mana, tapi setidaknya kaki ini merasa pantas untuk melangkah, sekadar mengisi ruang yang kosong. Jika tak ada lagi yang bisa diharapkan, biarkan saja semuanya berlalu dengan caranya sendiri. Mungkin tak perlu alasan untuk setiap pertemuan. Mungkin tak ada yang salah dengan berjalan tanpa arah pasti.

Komentar

Postingan Populer