Jeda di Antara Kegelisahan

Banyak yang telah berbuat baik serta menyentuh dengan kelembutan, memberi tanpa ragu, dan mencintai tanpa mengharap kembali. Namun, di antara semua itu, ada satu yang berbeda.

Dia hadir seperti senja yang merangkul langit yang letih, seperti desir angin yang menghapus sisa-sisa luka yang tak terlihat. Bukan sekadar kata-katanya yang meneduhkan atau caranya menggenggam waktu dengan kesabaran, tetapi kehadirannya yang membuat dunia terasa kurang menekan, kurang menyesakkan.

Dia tidak sekadar datang dan berlalu, tetapi menetap dalam ingatan, dalam setiap ruang kosong yang pernah terasa hampa. Dia bukan cahaya yang membutakan, melainkan nyala yang bertahan dalam gulita—temaram, namun cukup untuk membuat seseorang tetap melangkah.

Banyak yang telah berbuat baik, tetapi dia… dia adalah jeda di antara kegelisahan, sunyi yang mendamaikan, dan pelukan yang tak selalu harus hadir dalam bentuk tangan.

Komentar

Postingan Populer