Meterai Abadi

Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti cap yang tercetak dalam-dalam, tak mampu dihapus oleh waktu ataupun angin. Aku adalah jejak yang mengakar, tak terlihat oleh mata, namun terukir di setiap denyut jantungmu, mengalir dalam darahmu, menjadi bagian dari dirimu yang tak bisa diambil oleh siapa pun.

Seperti meterai pada lenganmu yang terbungkus rapat, aku adalah pengikat yang membungkam segala ragu, menegaskan bahwa tak ada yang lebih kuat daripada apa yang terikat di antara kita—cinta ini, yang seperti maut, tak kenal ruang, tak kenal waktu.

Kamu adalah napasku, dan aku adalah bekas yang tercetak, yang tak terhapus, meskipun segala yang ada runtuh. Cinta kita adalah api yang menyala dalam sunyi, tak pernah padam, bahkan ketika dunia memudar dalam kegelapan.

Komentar

Postingan Populer