Tanpa Sadar, Aku Jatuh
Ada bisik halus yang menelusup di antara ruang pikirku, merayap seperti senja yang pelan-pelan mencuri cahaya.
Langit yang dulu kelabu kini berpendar, seolah ada nyala yang kau titipkan di balik matamu yang tak kutahu sejak kapan kurindukan.
Di antara riuh dunia, kau hadir bagai angin yang tak terlihat namun kurasakan, mengetuk tanpa suara namun menggema dalam dada.
Apakah ini takdir atau sekadar ilusi? Yang kutahu, langkahku kini mengarah padamu, dengan hati yang tak lagi ragu untuk tenggelam.
Di antara riuh dunia, kau hadir bagai angin yang tak terlihat namun kurasakan, mengetuk tanpa suara namun menggema dalam dada.
Apakah ini takdir atau sekadar ilusi? Yang kutahu, langkahku kini mengarah padamu, dengan hati yang tak lagi ragu untuk tenggelam.
Komentar
Posting Komentar